Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Biarkan Semua Berlalu Dengan Semestinya

Gambar
Biarlah  senja pulang dengan damai  Jangan menyesali karena esok pasti akan kembali  Sambutlah malam dengan hati yang tenang  Sepi, gundah dan gulana biarlah berteduh dalam naungan pikiran yang rumit  Menjadi teman tanpa tahu arah penyelesaian Biarlah semua berlalu dengan indah  Mengikuti alur tanpa jeda dan tanpa tekanan  Tiada titik tanpa kalimat atau kata  Tiada masalah tanpa penyelesaian  Tiada rindu tanpa balasan,   Walau kadang melenceng dari waktu Biarlah berlalu dengan indah  Dengan semestinya,  Menanti semesta merestui  Dan mengatakan semua telah berlalu  Dan engkau akan bahagia #Marselina Diu 

Kita Hanyalah Dua Orang Asing Yang Berusaha Untuk Tetap Bersama

Gambar
Menatap camar dengan sayu  Menanti senja tanpa tau kepastian  Di saat harapan berubah jadi sebongkah karang yang rapuh  Kebohongan selalu menjadi landasan  Hati lebam-lebam bahkan hancur  Sesaat mata terpejam  Membayangkan tentang kita yang dulu  Dan sekarang telah berubah  Menjadi asing bahkan tak saling menyapa  Meskipun kita saling menatap  Renjana yang dulu tertata rapi  Kini hancur berantakan  Menyisakan puing-puing hingga kenangan  Sampai luka pun kembali berkunjung  Tanpa tau kapan akan pergi  Hingga pada akhirnya kita hanyalah dua orang asing  Yang berusaha untuk tetap bersama 

Teras Rumah

Senja pun datang menyapaku  Meskipun tak lama  Senyuman yang indah dari sang senja  Membuat hati terasa tenang  Di depan teras rumah  Di temani secangkir kopi  Kita duduk berdampingan  Menceritakan hal yang membuat kita asyik sendiri   Senja sore ini menjadi saksi  Bahwa kamulah alasanku tertawa hari ini  Terimakasih senja.... Karena kamu aku menghargai setiap waktu yang ada 

Rindu Tak Bertuan

Gambar
  Di pelantaran waktu aku menunggumu Ketika jejak kepergianmu perlahan menghilang Dan angin berhembus pelan menyapu kenangan Kehampaan pun datang di hantar suara-suara kesunyian Malam ini ku biarkan diriku merindu Mengingat kenangan saat bersamamu Sajak rindu yang dulu adalah milikmu Kini sajak rinduku tak bertuan Entah di mana rindu ini kan kuletakkan Ruang rinduku terasa sempit selaksa sekat Bagaikan bintang yang telah hilang cahayanya Hay rindu yang tak bertuan Di manakah cinta yang kau janjikan dulu? Mengapa hanya serpihan lara yang kau tinggalkan? Ahh entahlah rindu Tuanmu tlah pergi mencari ruang rindu yang lain